Just another WordPress.com site

Matematika adalah hal yang sangat diperlukan disemua bidang, di zaman sekarang ini matematika tentunya sudah menjadi kebutuhan utama. Matematika sendiri di zaman kuno sudah ada dan bahkan sudah ditemukan alat-alat yang mendukung tentang matematika.

Sejarah matematika mulai ketika orang harus mencatat jumlah yang lebih besar daripada satu. Suku Nomaden kuno menghitung dan mencatat kawanan ternak meskipun mereka tidak memiliki sistem bilangan tertulis. Untuk menghitung mereka memungut kerikil atau biji dan memasukkannya ke dalam kantong. Untuk bilangan besar, mereka menggunakan jari untuk melambangkan bilangan 10 dan 20. Mereka mengembangkan konsep bilangan sebagai lambang yang terpisah dari benda yang dihitung.

Sewaktu pencatatan dan perhitungan menjadi lebih rumit, orang menemukan alat untuk membantu proses itu. Abakus adalah salah satu alat yang paling awal. Asal abakus tidak bisa ditunjuk dengan tepat, barangkali dari Babilonia. Alat ini sudah dikenal sejak jaman Yunani dan Romawi Kuno. Pertama – tama Abakus berupa permukaan pasir, sabak lilin, atau batu lebar dengan tanda yang menunjukkan letak bilangan dan kerikil yang digunakan sebagai penghitung. Orang Romawi mmenyebut kerikil semacam itu calculus, dari situ berasal kata kalkulasi.

Pada awal abad pertengahan, swipoa dari Timur muncul di Timur tengah. Alat ini berupa kerangka kotak dengan biji – biji pada sejumlah batang. Swipoa atau abakus sekarang masih digunakan secara luas di Asia Timur dan Timur tengah.

Dalam matematika memang seringkali kita lihat menggunakan rumus. Tetapi, ada satu bab pada matematika yang tidak menggunakan rumus yaitu “Logika”. Ilmu logika mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.

Untuk Logika matematika ada 5 macam penghubung pernyataan yaitu ingkaran (negasi) (tidak), konjungsi( dan) , disjungsi( atau),implikasi(jika«maka«) dan biimplikasi (jika dan hanya jika).

Konjungsi (dan)
Dua pernyataan p dan q dapat digabung dengan menggunakan kata sambung logika “dan” atau “konjungsi”. Konjungsi pernyataan p dan q dinyatakan dengan p^q dan dibaca “p konjungsi q” atau “p dan q”. Contoh:
p adalah “hari hujan” dan q adalah “matahari bersinar terang” maka p^q adalah “hari hujan dan matahari bersinar terang”.
Disjungsi (atau)
Dua pernyataan p dan q dapat digabung dengan menggunakan kata sambung logika “atau” atau “disjungsi”. Disjungsi pernyataan p dan q dinyatakan dengan pvq dan dibaca “p disjungsi q” atau “p atau q”. Contoh:
p adalah “hari hujan” dan q adalah “matahari bersinar terang” maka pvq adalah “hari hujan atau matahari bersinar terang”.
Implikasi atau pernyataan bersyarat
Dua pernyataan p dan q dapat digabung dengan menggunakan kata sambung logika “jika…maka…” atau “implikasi”. Implikasi pernyataan p dan q dinyatakan dengan dibaca “p implikasi q” atau “jika p maka q”. Contoh:
p adalah “hari hujan” dan q adalah “matahari bersinar terang” maka p implikasi q adalah “jika hari hujan maka matahari bersinar terang”.
Ekuivalensi atau pernyataan dwi arah
Dua pernyataan p dan q dapat digabung dengan menggunakan kata sambung logika “…jika dan hanya jika…” atau “ekuivalensi”. Ekuivalensi pernyataan p dan q dinyatakan dengan dibaca “p ekuivalensi q” atau “p jika dan hanya jika q”. Contoh:
p adalah “hari hujan” dan q adalah “matahari bersinar terang” maka p ekuivalensi q adalah “hari hujan jika dan hanya jika matahari bersinar terang”.
Negasi (Ingkaran)
Ingkaran atau negasi dari pernyataan p dinyatakan dengan ~p dan dibaca “bukan p” atau “tidak benar p”.
Contoh : p adalah “Semua perokok adalah peminum”, maka ~p adalah “tidak benar semua perokok adalah peminum”.
Kegunaan logika
1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional,kritis,lurus,tetap,tertib,metodis,dan koheren.
2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak,cermat,dan objektif.
3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.

Aku ber-Evolusi

Apakah saya ber-Evolusi?

Evolusi sendiri adalah perubahan sifat-sifat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini seperti kehidupan kita yang terus berubah. Saya setuju dengan teori Darwin yang mengatakan evolusi adalah yang hidup berasal dari yang hidup sebelumnya dan tentang adaptasi juga. Jadi kalau saya ditanya apa saya ber-Evolusi? Saya akan menjawab saya telah berevolusi sejak dulu. Karena selama ini saya sudah mengalami banyak perubahan dalam kehidupan saya.

Saat masih kecil dan baru lahir ke dunia, saat itu saya mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mulai berinteraksi dengan dunia luar, yang mungkin awalnya hanya ibu yang diajak berinteraksi waktu bayi. Dari usia bayi saya beranjak menjadi gadis kecil yang mulai lincah lari ke sana ke mari, berjalan, berbicara, dan menirukan hal-hal yang baru dilihat. Proses adaptasinya pun mulai dengan teman-teman baru dan makanan-makanan yang baru juga. Selain itu, perkembangan otak yang saya miliki juga mulai berkembang.

Usia anak-anak hingga remaja perkembangan otak terus berkembang dan pemikirannya pun mengalami perubahan juga. Tingkah laku yang lincah mulai bisa terkontrol dengan sendirinya. Karena semakin berkembang lingkungan sekitar juga mengalami perubahan jadi harus mulai bisa mengontrol dari hal-hal yang negatif.

Saat remaja adalah perubahan yang sangat dirasakan oleh saya. Banyak sekali perubahan yang terjadi, seperti bentuk tubuh, tinggi badan, berat badan, perubahan wajah juga tingkah laku. Kematangan dalam reproduksi menyebabkan mulai menyukai lawan jenis. Selain itu, adanya rasa ingin bersaing dengan teman dalam hal mendapatkan sesuatu juga terjadi. Adanya rasa ingin mandiri dan mulai bisa bertanggung jawab dengan hal yang dilakukan itu terjadi karena perkembangan kognitif yang mengalami perubahan juga.

Di masa dewasa awal ini, perubahan bagi diri saya adalah sekarang saya sudah memiliki pemikiran yang matang. Mulai memikirkan masa depan yang baik bagi kehidupan saya kelak. Mulai memperhatikan hal-hal yang sepele yang berkaitan dengan diri sendiri yang bila tidak diperhatikan menyebabkan hal yang tidak baik bagi diri kita. Perkembangan kognitif semakin dewasa akan semakin mulai mengalami menurun. Bisa saja terjadi lupa atau yang dikenal dengan sebutan pikun.

Jadi, sepanjang daur kehidupan kita telah mengalami evolusi. Bukan hanya kita saja, tetapi manusia lain juga. Saya juga sudah merasakan perubahan atau evolusi itu dalam kehidupan saya.

Hal yang ingin saya lakukan untuk melestarikan kehidupan di Bumi bisa dilakukan mulai dari hal yang paling kecil dan mungkin sudah diajari sejak kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya. Namun, sekarang membuang sampah juga tidak semua sampah dicampur. Melainkan memilah sampah yang bersifat organik dan anorganik. Karena biasanya sampah organik masih bisa didaur ulang dan dimanfaatkan lagi. Selain itu juga di rumah kita bisa melakukan penghematan penggunaan air dan listrik. Penghematan tersebut seperti menggunakan listrik seperlunya. Pada siang hari dimatikan dan memanfaatkan cahaya matahari yang masuk ke rumah sebagai pengganti lampu dan pada penggunaan air tidak membiarkan air mengalir terus untuk hal yang tidak berguna.

Hal kecil lain bisa dengan menghemat pemakaian plastik yang bila dipakai berlebihan bisa memberikan dampak negatif untuk kita. Selain itu juga mengurangi dampak global warming juga. Lalu bisa dengan mencoba gerakan jalan kaki atau menggunakan sepeda untuk mengurangi dan menghindari adanya asap kendaraan. Karena asap kendaraan seperti karbon monoksida dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia yang dapat merangsang timbulnya sejumlah penyakit. Kelompok yang terkena terutama bayi, orang tua dan golongan berpenghasilan rendah biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. Adanya sulfur oksida, asam sulfur, pertikulat dan nitrogen dioksida telah menunjukkan sebagai penyebab dan pencetus asthma brochiale, bronchitis menahun dan emphysema paru.

Mengurangi polusi yang dihasilkan dari asap rokok juga. Karena pengguna rokok itu biasanya bisa terkena kanker. Penyakit tersebut bisa menyebabkan meningkatnya angka kematian di setiap negara. Tetapi, yang lebih parah bukan hanya pada pengguna saja. Perokok pasif atau yang menghirup asap rokok secara tidak langsung juga dapat mengalami gangguan kesehatan juga mungkin lebih parah.

Mulai melakukan gerakan menanam tanaman baik pohon atau tanaman lain. Daripada tanah kosong yang ada digunakan untuk pembangunan pabrik-pabrik yang menambah polusi lebih baik digunakan untuk menanam pohon. Karena dengan begitu maka Bumi kita akan terlihat hijau dengan adanya tanaman yang membuat sejuk dan jauh dari polusi. Dengan begitu maka manusia di bumi ini akan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Akhir-akhir ini di berita banyak kita lihat banyak sekali bencana yang terjadi di Bumi kita. Hal ini sangat memprihatinkan sekali untuk kita. Namun, bencana-bencana tersebut ada akibat ulah manusia sendiri yang tidak mau menjaga lingkungannya dengan baik. Padahal, bila manusia di Bumi ini mau memperhatikan lingkungan di sekitarnya mungkin bencana seperti banjir, tanah longsor tidak akan terjadi. Maka dari itu, sebaiknya makhluk di Bumi ini mulai memperhatikan hal-hal yang berdampak negatif bagi kehidupan di Bumi.

Paginya aku terbangun dan tak kusangka Bayu berniat menjemputku pagi itu. Aku senang ternyata Bayu memang baik. Aku rasa aku juga bisa membuka hati untuknya. Tak lama Satria juga mengirim sms mengucapkan selamat pagi. Memang aku sudah berakhir hubungannya dengan Satria, tapi tetap saja Satria sudah mengenal keluargaku dengan baik begitu juga aku ke keluarga Satria. Aku pun bersiap-siap ke kampus dan memang Bayu sudah ada di depan rumahku. Sepanjang perjalanan Aku dan Bayu bercerita banyak dan tak sadar kalau sebentar lagi sudah mau sampai kampus. Di kelas Bayu pun sering sekali ngegombal juga, tapi semua itu hanya aku anggap gurauan saja. Sekarang memang aku hanya berdua dengan Bayu, buat orang yang ngeliat kita berdua juga pasti mikirnya kita pacaran padahal belum sampai tahap itu. Setelah selesai kuliah, niatnya Bayu nganter aku pulang. Tapi, aku gak enak terus-terusan ngerepotin Bayu jadi kutolak dan aku pulang sendiri. Saat pulang, gak tau kenapa aku pengen mampir ke tempat dimana aku dulu suka banget makan bareng Satria. Mungkin ini kangen sesaat aku aja udah lama banget gak makan disitu. Pas aku kesana aku kaget karena yang aku lihat di sana ada Satria. Ngapain dia disitu yah? Apa aku sapa aja? Saat aku ingin menyapa tak sengaja aku melihat perempuan menghampiri Satria. Kuurungkan niatku untuk menyapanya, tapi aku tetap ingin makan di tempat itu. Kalau saja di sini ada Bayu mungkin aku gak akan sendirian ngeliat Satria sama perempuan baru. Aku pun masuk ke tempat itu dan parahnya tempat yang ada itu hanya di sebelah tempat duduk Satria dan perempuan itu. Ingin rasanya aku bertanya pada Satria siapa perempuan itu, tapi kenapa aku harus penasaran sedangkan Satria bukan siapa-siapa aku juga.

Rasa ingin tahu muncul dalam setiap pikiran manusia. Rasa ingin tahu pun bermacam-macam bentuknya. Banyak hal yang membuat manusia memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu itu muncul bisa dikarenakan ada hal-hal yang baru dilihat. Rasa ingin tahu akan sesuatu itu sudah ada sejak dulu. Rasa ingin tahu sama seperti rasa penasaran. Contohnya saja di zaman prasejarah, makhluk purba saja sudah memiliki rasa ingin tahu saat melihat benda baru yang dilihat. Seperti darimana api berasal di sebuah kayu.

Pengetahuan juga bisa muncul dari rasa ingin tahu. Keinginan untuk mencoba hal baru yang sudah diamati akan menghasilkan sebuah pengetahuan. Seperti anak kecil yang melihat acara tarian di televisi karena dia ingin tahu gerakan-gerakan yang diamati di televisi. Akhirnya anak kecil tersebut mencoba mengikuti gerakan tarian tersebut. Anak kecil itu juga akan terus mencoba sampai rasa ingin tahu tentang gerakan tersebut sudah bisa diikuti.

Orang-orang zaman dahulu banyak yang membuat pemikiran yang mungkin sekarang dikenal dengan legenda. Seperti legenda Gunung Tangkuban Perahu yang awal mulanya diceritakan seorang pria bernama Sangkuriang kecewa karena ditolak oleh Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibunya sendiri. Akhirnya dia menendang kapal hingga terbalik. Legenda ini ada karena ada seseorang yang melihat Gunung Tangkuban Perahu seperti kapal yang terbalik. Maka dari itu muncullah legenda ini. Pengetahuan ini akhirnya dianggap sebagai cerita rakyat. Padahal, hal ini masih belum bisa dicari tahu kebenarannya. Sebenarnya masih banyak lagi contoh yang lain.

Manusia memiliki keistimewaan dibanding makhluk Allah yang lain. Karena manusia memiliki akal untuk berpikir yang dari kecil hingga dewasa selalu mengalami perkembangan. Maka dari itu, sekarang banyak sekali anak kecil yang suka bertanya kepada yang lebih dewasa yang membuat anak kecil tersebut terlihat kritis dengan pertanyaannya. Hal tersebut muncul karena anak kecil tersebut memiliki rasa ingin tahu akan sesuatu yang baru dilihatnya. Rasa ingin tahu itu tidak akan pernah berhenti muncul dalam otak manusia. Sebab, setiap melihat atau mendengar hal yang baru yang membuat penasaran disitulah akan muncul yang namanya rasa ingin tahu. Tapi, sekarang rasa ingin tahu kadang sudah disalah gunakan ke hal yang negatif. Maka dari itu, mulai sekarang mulai mengarahkan rasa ingin tahu ke arah yang positif.

Well, kehidupanku memang 2 tahun kemarin dengan Satria baik – baik aja. Randy dan Nania pun balikan lagi berkat usaha keras Nania untuk merubah dirinya jadi lebih baik. Aku tak tahu kenapa akhir – akhir ini timbul rasa jenuh yang memuncak dalam hubungan aku sama Satria. Aku ngerasa Satria jadi cuek dan gak peduli sama aku, mungkin aja sih emang dia bosen sama aku. Aku gapapa sebenarnya karena itu wajar banget. Tiada hari tanpa berantem, sebenarnya semua ini gak pengen sih terjadi. Cuma mau gimana? Dia yang bikin semua ini terjadi. Contohnya..
“Sat, kamu kemana sih biasa banget setelah 2 tahun ini gak pernah ada kabar. Bosen sama aku? Ngomong!”
“Sya, kenapa mesti diungkit sih? Aku gak bosen cuma butuh waktu buat sendiri dulu aja.”
“Butuh sendiri? Ada masalah cerita udah 2 tahun harusnya saling terbuka!”
“Udah ntar aja diceritain, bosen aku denger kamu ngoceh mulu!”
“Yaudah lo lo gue gue aja sekarang!”
“Okee!!”

Barusan salah satu percakapan yang sepele banget dan bikin emosi. Hal ini gak cuma terjadi sekali dua kali tapi sering banget. Sampai akhirnya, aku dan dia mutusin buat introspeksi diri masing – masing. Akhirnya, aku dengan dunia aku dan dia dengan dunianya. Komunikasi makin gak lancar banget di antara aku dan Satria. Mungkin tepatnya kami mengambil keputusan untuk gak sama – sama lagi setelah 2 tahun itu. Sekarang aku mengenal pria baru namanya Bayu. Pertama kenal dia mahasiswa pindahan dari luar kota, katanya sih pindah karena gak betah di sana. Awalnya juga aku gak deket sama Bayu, tapi karena dia sering ngajak ngobrol jadinya ya deket.
“Sya, pulang ngampus maen yuk?”
“Wah, Bayu aku harus pulang cepet hari ini.”
“Kenapa emang?”
“Ada acara ulang tahun adik aku.”
“Oh, yaudaah Bayu anter pulang aja yah?”
“Gak ngerepotinkah?”
“Gak ko.”
“Tapi, Bayu aku mau beli kado dulu nanti.”
“Sip, ditemenin cari kado.”
“Makasih.”
“Sama – sama.”

Yap, seperti kata Bayu kita akhirnya pulang bareng dan mampir dulu ke mal buat nyari kado adik aku. Dia banyak kasih saran buat kado yang bakal aku kasih ke adik aku. Tak kusangka di mal itu aku bertemu Satria dan dia sendirian. Kucoba untuk menyapanya walaupun kami sudah putus bukan berarti aku gak bisa bersahabat sama dia.
“Sat, apa kabar? Lagi ngapain?”
“Lagi nyari kado buat adik kamu, sekarang ultah kan?”
“Hah? iya, dia ultah. Kamu masih inget?”
“Iya, mumpung kamu di sini aku nitip aja kadonya gimana? Lagian ada cowok yang lagi sama kamu gak enak juga aku ke rumah kamu.”
“Ah, iya aku kenalin ke kamu Satria. Dia Bayu dan Bayu ini Satria mantan aku.”
“Oke, seneng bisa kenalan sama lo Satria.”
“Iya.”
“Boleh minta nomer hape lo?”
“Buat apa?”
“Buat tanya info aja, boleh?”
“Sorry, gak bisa.”
“Well, gapapa usaha sendiri aja kalo gitu gue.”
“Bay, usaha buat apaan?”
“Ngedeketin lo Sya.”
(deg..blak – blakan amat ni Bayu. Mana di depan Satria! Muka Satria juga aneh.)”Bercanda aja lo Bay.”
“Yaudah, selamat usaha gue mau pergi.”
“Hati – hati Sat kamu ya, kadonya bakal aku kasih.”
“yaa..” (Satria pun pergi meninggalkan aku dan Bayu)

Lalu, aku dan Bayu pun pulang ke rumah setelah mendapatkan kado yang pas buat adikku. Sesampainya di rumah aku ajak Bayu ikut masuk, tapi dia menolak. Lalu akhirnya Bayu pulang. Masih terpikir olehku mengapa wajah Satria masih aneh saat mendengar Bayu mau pedekate sama aku? Emang aku udah gak berhak tau tentang Satria lagi. Mungkin itu juga cuma perasaan aku aja. Acara ulang tahun berjalan lancar, dan pikiranku tentang Satria tadi hilang seketika. Seperti biasa Bayu sms aku dengan nada perhatian. Aku gak munafik kalo aku masih belum bisa berhubungan ma cowok dulu. Aku masih inget masa – masa bareng Satria. Aku rasa cuma aku yang mikir gini dan Satria mungkin juga udah lupa. Damn, pikiran apalagi ini tentang Satria! Sekarang itu gimana caranya buat aku bisa mandang Bayu dan gak jadiin dia pelarian aku. Karena pikiran – pikiran ini membuat kepalaku pusing dan memutuskan untuk tidur melepas kelelahanku.

Sudah beberapa minggu aku gak berhubungan dengan Satria dan Randy. Tepatnya setelah kejadian yang bikin aku kaget dan sakit hati. Di pikiran aku sekarang cuma terlintas untuk sendiri dulu awalnya, tapi aku pikir lagi masalah aku, Satria, Randy, dan Nania harus selesai. Aku coba untuk mengaktifkan handphoneku lagi. Benar sesuai dugaanku semua sms yang ada dari Satria. Kemana Randy? Apa dia emang gak peduli makanya gak sms aku? Tak lama aku pun berpikir untuk mengirim sms pada Randy. Tumben sekali smsku gak dibales sama Randy. Lalu kucoba hubungi Satria walaupun sebenarnya aku gak mau ngehubunginnya..
“Sat, maaf ganggu kamu tahu Randy dimana? Aku sms gak dibales..”
“Selama ini kamu aku sms pending terus kenapa? Padahal, aku mau ngabarin kamu sekaligus ngejelasin juga. Kamu salah paham sama aku di kejadian waktu itu.”
“Ngabarin apa emang? Masalah jelasin nanti dulu aja.”
“Randy masuk rumah sakit Sya. Dia kecelakaan sama Nania waktu hari Kamis.”
“Nania? Kenapa bareng dia?”
“Bisa kita ketemu aja? Sekalian jenguk mereka.”
“Oke. Dimana?”
“Di tempat biasa kita ketemu aja ya?”
“Sipp deh!”
Bodohnya aku pake gak aktifin handphone beberapa minggu. Aku jadi gatau kalau sahabatku Randy kecelakaan. Aku harus siap – siap mau jenguk Randy ma cewek sakit Nania itu. Tak lama aku pun berangkat ke tempat yang sudah dijanjikan tadi dengan Satria.
“Akhirnya dateng juga kamu Sya. Aku udah daritadi nunggu kamu, aku kangen banget beberapa minggu ini gak ketemu kamu.”
“Wew, Satria baru juga aku dateng udah ngegombal aja!”
“Gak, aku serius banget Syaaa..”
“Jadi gimana kejadiannya Randy bisa kecelakaan?”
“O iya, pas hari Kamis itu ceritanya aku, Randy, ma Nania mau nyelesein yang aku juga bingung saat itu. Nania jelasin kalo dia masih sayang sama Randy. Awalnya , Randy gak mau Nania terus ngejar – ngejar dia lagi sebelum Nania sendiri berubah lebih baik buat dirinya sendiri. Keputusan mereka berdua akhirnya bersahabat dulu sekarang. Intinya, Nania disitu minta maaf kemarin manfaatin aku buat bikin Randy cemburu. Cuma ya dia gagal, kemarin aku sempet gak ada kabar juga karena hape aku hilang dan kamu tau ternyata hape aku emang sengaja diambil Nania pas aku lagi gak sengaja ninggalin hape. Jadi , kamu sms yang baca itu Nania. Emang dia licik banget caranya. Tapi, aku ma Randy nyoba maafin dia.”
“Jadi gitu? maaf kemarin itu aku emang kesel banget jadi gak aktifin hape sama sekali.”
“Iya gapapa. Habis ketemu itu Randy niat nganterin pulang Nania dan dia nyuruh aku ke rumah kamu. Tapi, waktu itu kata mama kamu, kamu gak ada.”
“Sebenernya aku ada, tapi sengaja bilang gak ada kalo kamu yang dateng. Waktu itu aku masih kesel.”
“Jadi, gimana? Maafin aku? Mau kan balikan lagi?”
“Hmmm ,, aku maafin kamu dan oke aku mau balikan lagi ma kamu tapi setelah aku denger semuanya dari mulut Randy ma Nania sama atau gak ma yang kamu jelasin tadi.”
“Oke kita kesana aja.”


Sesampainya di rumah sakit , sedih rasanya mereka di rawat bersebelahan dan masih terbaring lemas di tempat tidur. Tapi, yang kulihat dari mereka berdua adalah senyuman. Hebat sekali mereka sakit, tapi masih mau kasih senyuman sama aku yang padahal aku jenguk sekarang itu telat banget!!


Nania : “Sya,, apa kabar? Aku minta maaf buat kejadian waktu itu, kayaknya aku udah dapet balesannya. Bisa kita temenan?”
Nasya : “Ahh,, iya aku baik. Aku udah maafin kamu dan aku rasa walaupun kamu udah salah ma aku gak ada salahnya ko buat temenan.”
Randy : “Apa udah dapet penjelasan dari Satria kamu Sya? Pasti kamu masih ragu dan gak percaya trus mau tanya ke aku ma Nania. Iya kan?”
Nasya : “Ko kamu tahu? Emang yah, kamu sahabat aku yang paling oke tahu isi hati sahabatnya.”
Randy : “Iyalah aku tahu. Semua yang diomongin Satria bener ko. Percaya sama dia.”
Satria : “Tuh kan percaya sama aku, jadi kita balikan yah Sya?”
Nasya : “Ya ampuun masih aja kamu itu. Yaudah,yaudah balikan!”
Satria : “Ikhlas dan tulus gak?”
Nasya : “Iye, baweeeeel!”
Nania dan Randy : “hahahahaa ,, kalian emang cocok tau gak sih!”


Hari itu jadi hari yang bikin aku malu tapi senang juga. Malunya ya aku diajak balikan di rumah sakit yang ditonton banyak pasien. Senangnya,, aku bisa berteman juga dengan Nania. Well,, mungkin emang bener batas benci ma suka itu tipis jadi walaupun udah bikin kesel tapi masih bisa kasih kesempatan buat berteman ma Nania. 2 minggu pun berlalu dan akhirnya mereka keluar dari rumah sakit. Aku dan pacarku Satria menjemput mereka. Tak kusangka selama 2 minggu di rumah sakit Randy bilang Nania banyak berubah dan itu membuat Randy kagum pada Nania. Aku rasa mereka bisa rujuk lagi jadi pacar. Terima kasih Tuhan telah memperkenalkan orang – orang seperti mereka yang membuat hidupku jadi berwarna walaupun jalannya berliku – liku.

Hari – hari aku lewatin bareng Satria. Aku bahagia dia akhirnya bisa mengerti perasaan aku dan memanfaatkan kesempatan yang aku kasih dengan baik. Memang aku jarang sekali bertengkar dengannya. Mungkin karena kami sudah tahu watak masing – masing. Namun ,, akhir – akhir ini ada sikap yang aneh dari dirinya. Dan hal ini hanya aku ceritakan pada Randy sahabatku yang paling setia denger semua keluh kesahku. Hingga Randy berkata..
“Sya ,, apa udah kamu selidikin akhir – akhir ini Satria kenapa jadi sulit dihubungi?”
“Pengen aku nyelidikin dia, tapi aku percaya dia gak akan aneh – aneh lagi.”
“Gini aja, apa boleh aku yang iseng nyelidikin dia?”
“Hmmm, gimana ya? Tapi, ide kamu gak buruk juga. Boleh deh!”
“Makasih Sya.”
Well, akhirnya Randy yang coba buat nyelidikin keanehan Satria akhir – akhir ini. Ternyata benar saja dia sedang dekat dengan seorang wanita. Randy mencoba mengajak aku bertemu di kafe yang di sana juga ada Satria sedang menunggu seseorang. Dan , damn !! cewek itu gak lain dan gak bukan adalah Nania mantan Satria yang bikin aku ngejauh dari hidup Satria. Ada apa dia ketemu lagi? Apa mereka masih ada rasa? Semua pertanyaan muncul secara bertubi – tubi di otakku. Tapi, Randy mencoba meredamkan emosiku saat itu. Cukup berhasil dia membuat aku tenang dari emosiku. Ingin rasanya aku menghampiri mereka , tapi semua itu kutahan. Aku pun pulang dengan perasaan sedih dan aku merasa mungkin emang perasaan Satria masih belum bisa lupain Nania.


Keesokan harinya Randy datang dan menjemput aku. Dia menjelaskan bahwa ternyata Nania adalah mantannya yang selama ini masih mengejar Randy hingga saat ini. Tetapi, Randy sulit sekali untuk memberi kesempatan ke Nania karena sikapnya yang dirasa Randy belum berubah hingga saat ini. Aku kaget kenapa sepertinya jadi cinta segiempat seperti ini?! Randy pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir , sampai dia bilang sepertinya Nania ke Satria cuma main – main. Karena sampai saat ini Nania masih suka sms Randy dengan kata – kata sayang. Dari Randy, akhirnya aku memutuskan untuk bicara dengan Satria dan Randy secara langsung. Tetapi, saat aku ingin mencoba bicara lagi – lagi aku melihatnya bersama Nania di jalan. Aku kesal sekali melihatnya, dan aku minta tolong Randy mengikuti mereka. Sampainya di suatu tempat karena emosiku meluap akhirnya kulabrak mereka..
Nasya : “Wow, hebat banget yah kamu Sat sekarang!”
Satria : “Sya? Ak..aku gak ada apa – apa ko ma Nania.”
Nasya : “Ada apa – apa juga gapapa ko. Aku udah gak mau kamu sakitin lagi! Dan kamu Nania, kalau mau sama Satria ngomong jangan ngumpet – ngumpet!”
Nania : “Eh, gue tahu ko lo itu cuma pelarian buat Satria, sebenernya mah dia masih sayang ma gue! Nyadar diri dong lo!”
Randy : “Oh, jadi gini kelakuan kamu yang kamu bilang udah berubah Nania?”
Nania : “Bebii? Aku gak maksud gini ko, cuma kepancing doang emosi aku. Kamu mesti percaya sama aku.”
Satria : “Nania? Kamu sebenernya mau apa sih? Kenal sama Randy? Kamu niat nempel – nempel sama aku akhir – akhir ini maksudnya apaa?”
Nania : “Okee , aku jelasin Randy mantan aku dan aku masih sayang sama dia. Waktu itu aku jadian ma kamu Sat itu cuma pelarian dan sekarang aku cuma gak rela mantan aku punya pacar lagi makanya aku deketin kamu lagi.”
Nasya : “Hebat banget kamu Nania. Yaudah ambil aja Satria, aku udah gak butuh.”
Randy : “Nania, pertunjukan kamu bagus banget kali ini. Gak nyangka aku.”
Satria : “Sya, mau kemana? Dengerin penjelasan aku.”
Nania : “Ndy, aku perlu ngomong.”
Nasya dan Randy : “Cukup!”
Akhirnya, aku dan Randy pergi dari tempat itu meninggalkan mereka. Bodohnya aku, kalau tahu begini tak akan aku buat keputusan dengan memilih Satria. Aku benar – benar harus bisa menenangkan semua pikiran aku dari Satria. Aku rasa memang aku masih butuh waktu untuk sendiri begitu juga Randy yang aku tahu dia pasti shock melihat kelakuan mantannya itu. Terima kasih Satria untuk kelakuan kamu yang udah bisa banget bikin aku hancur !!

Sesampainya di kampus di pikiranku berkecamuk membayangkan apa yang akan dikatakan Satria nanti saat bertemu. Omongan dosen gak ada satupun yang masuk ke otak aku. Gila banget ini kenapa lagi – lagi kepikiran dia? Inget Randy woy !! Mau aku kemanain Randy yang ada di samping aku sekarang?
Akhirnya matkul terakhir beres juga, saatnya aku ketemu sama Satria. Kucoba menelpon kembali Satria untuk memastikan janji tadi pagi. Kami sepakat bertemu di daerah Depok. Dia sudah ada di sana, dia menungguku datang. Aku tahu sikapku harus biasa saja saat bertemu dengannya jangan ada perasaan lebih itu lagi. Dia menyapaku..
“Nasya, dateng juga akhirnya.”
“Lama bukan nunggunya? Sorry..”
“Gapapa, seneng lihat kamu baik – baik saja.”
“Iyaa. Udah, maksud kamu ngajak ketemua apa setelah lama banget ngilang?”
“Lho, bukannya kamu yang ngilang ya?”
(dalam hati) “Mampus aku lupa kalau aku sendiri yang ngejauh.”
“Nasya?”
“Oh iyaa, aku lupa aku yang menghilang dari kamu. Maaf “
“Kenapa sih kamu masih aja suka minta maaf? Gapapa ko.”
“Udah kebiasaan dari dulu.”
“Aku mau ngomong ma kamu.”
“Apa?”
“Aku sayang sama kamu Sya.”
“What? blak – blakan banget kamu! Kamu kan tahu Sat!”
“Iya aku tahu, tapi apa salah aku baru sadar ama ini semua setelah aku dijauhin ma kamu?”
“G..ga..gak salah sih,, itu hak kamu kan kamu yang punya perasaan.”

“Aku tahu kamu lagi deket ma orang, dan aku gak maksa itu semua. Aku cuma minta tolong kamu kasih aku kesempatan buat nunjukin kalau aku sayang sama kamu.”
“Hmm,, Satria kamu emang cowok yang paling hebat bisa bikin aku nyaman, suka, sayang tapi dengan mudahnya kamu bikin aku sakit hati! Sekarang aku udah ketemu orang baru dalam hidup aku dengan mudahnya pula kamu ngomong sayang ma aku?”
“Iya. Aku tahu aku salah aku minta maaf.”
“Kamu gila Sat! Kamu..”
“Aku gila, aku sakit jiwa, aku gak waras, aku brengsek, aku jahat! Kamu boleh maki aku sesuka hati kamu ko.”
“Itu gak akan lakuin, kalau kamu mau ngomong ini aku lebih baik pulang.”
“Sya, aku anter aja ya?”
“Gak, pengen sendiri dulu aku. Duluan Satria..”
“Iya..”
Aku pun pulang dan setelah pertemuan dengan Satria hari itu tak pernah sekalipun aku angkat telpon darinya. Sms darinya pun tak pernah aku bales. Dilema apa yang aku rasa? Gak mungkin aku memilih kedua orang itu. Aku benar – benar butuh waktu untuk sendiri saat ini. Rasanya pikiranku sangat kacau, dan yang timbul di benakku..
“Maafin aku Randy aku udah jahat sama kamu, aku gak bisa menghapus bayangan Satria yang udah masuk ke kehidupan aku lebih dulu. Aku suka dan nyaman kenal sama kamu, tapi rasa yang aku dapat dari kamu tidak jauh beda dengan kenyamanan waktu aku bersama Satria. Buat kamu Sat, terlalu hebat kamu buat mempermainkan perasaan aku. Takut rasanya jatuh ke lubang yang sama dengan deketin diri aku lagi ke kamu. Aku ngerasa jadi orang bodoh sekarang kalau kasih kamu kesempatan. Tapi, mengenal kalian aku belajar banyak hal dan mendapatkan pengalaman yang menarik sehingga hidup aku berwarna. Sekali lagi makasih banget.”
Andai aja ini bisa aku jelasin semua ke mereka apa yang aku rasa. Tapi, aku gak bisa ngelakuin ini semua. Aku butuh waktu yang tepat buat ngasih tahu ini semua dengan perasaan yang udah pasti buat siapa sebenernya perasaan aku. Saat ini yang aku lakuin cuma mengirim sms ke mereka untuk minta waktu menyendiri dulu. Awalnya mereka tidak setuju, tapi akhirnya mereka berpikir dan menyetujuinya. Aku pergi sementara waktu menenangkan pikiran di rumah tante tercinta di Bogor. Mungkin dengan udara segar pedesaan di Bogor aku bisa menjernihkan pikiranku. Seminggu berlalu, ada puluhan sms yang tak pernah kubaca sama sekali dan itu dari mereka berdua. Waktu seminggu ini belum cukup untuk aku mastiin hati aku. Aku yakin sebulan aku nenangin pikiran di Bogor, aku bisa buat keputusan.


Sebulan pun berlalu dan aku kembali ke rumah. Hari Sabtu, waktu dimana aku janjian dengan mereka berdua untuk menjelaskan semuanya. Aku datang lebih dulu dari mereka di tempat tersebut. Tak lama kemudian mereka juga datang.
Satria : “Sya, aku telat sorry yaa..”
Randy : “Aku juga.”
Nasya : “Gapapa ko. By the way, langsung aja ya! Aku mau ngasih kejelasan ke kalian siapa yang aku pilih diantara kalian.”
Satria & Randy : “Kamu pilih siapa?” (serentak)
Nasya : “Jujur aku bodoh banget sebenernya milih orang ini. Tapi, aku percaya kalau dia mau berubah gak kayak dulu. Jadi, aku pilih kamu Satria. Aku pilih kamu, karena aku sayang ma kamu. Kalau, kesempatan kedua ini gak kamu manfaatin sebaik mungkin, aku bakal pergi dan gak ada kesempatan lagi! Oke?”
Satria : “Kamu pilih aku? Aku seneng , aku gak bakal ngulangin kesalahan aku lagi. Aku cuma sayang ma kamu. Makasih ya sayang.”
Nasya : “Iyaa, buat kamu Randy aku makasih banget bisa dikenalin ma cowok kayak kamu. Aku tahu kamu pasti mikir aku jahat banget ma kamu. Tapi, aku mikir lebih baik kita sahabatan aja kamu terlalu baik buat aku. Kamu gak marah kan?”
Randy : “Sya, aku gak marah ko. Aku hargai keputusan kamu, tapi aku masih boleh sayang ma kamu kan? Kalau c beleguk satu ini maenin kamu, aku siap buat ada di samping kamu.”
Nasya : “Aku gak pernah ngelarang perasaan kamu itu ko. Kalau emang dia nyakitin aku lagi, aku pasti cerita sama kamu. Makasih yaa..”
Malam itu rasanya lega banget aku udah bisa teges ma perasaan aku sendiri. Tinggal lihat aja gimana mereka nanti..

Masih ada dalam pikiranku kenapa kamu datang lagi di hidupku setelah aku sukses lupain kamu dan ketemu pria baru. Ya ampun , kenapa juga aku ngomong kayak gini padahal di depan aku ada pria baru itu. Belum kuberitahu nama pria ini. Dia Randy dan kamu ( Satria ) , kemana perginya dia yang kamu sayangi ? Maksud aku si Nania itu. Wew , tuh kan ngelantur lagi pikiran aku ke kamu. Randy pun membuyarkan pikiranku dengan pertanyaannya.
“Nasya , kenapa kamu kayak bingung?”
“Gak Ran , aku tadi cuma ketemu pria di masa lalu aku.”
“Apa yang nyakitin kamu itu?”
“Yup , bener.”
“Udah , kalau gitu jangan kembali ke masa itu. Kan masih ada aku juga di sini.”
“Iyaaaa :)”
“Mending sekarang kita jalan aja yaa?”
“Siap bos !!”
Hwaaaa ,, betapa senangnya hari ini jalan sama Randy. Tapi , kenapa rasa nyaman yang aku rasa sama Randy mirip kayak rasa nyaman aku ke Satria. Ini gak boleh banget aku gak mau nyakitin Randy yang udah baik banget ma aku.
“Aduh , Sat kamu lagi apa? Kenapa kamu kaget aku nemuin pengganti aku? Kenapa juga bayang kamu masih ada walaupun aku temuin lewat sosok Randy? KAMU JAHAT SATRIA !!”


Well, hari ini udah jadwalnya kuliah lagi. Tapi , gapapa karena pagi ini aku dijemput Randy buat berangkat bareng ke kampus. Tepat jam 7.00 dia udah di depan rumah aku. Kagetnya aku tiba – tiba hape aku berdering dan ada telpon dari no gak dikenal. Aku coba angkat dan pas aku dengar suara itu..
“Nasya , bisa kita ketemu?”
“Hmm , ini siapa?” (pura-pura bego padahal tahu!)
“Kamu lupa suara aku? Ada hal yang mau aku jelasin dan aku juga mau minta tolong kamu.”
“Aku tahu kamu Satria. Aku hapal suara kamu. Apa yang mau kamu jelasin lagi trus minta tolong apa?”
“Pokoknya kalau kamu mau , aku tunggu di tempat kita janjian ketemu pertama kali banget !”
“Kamu tahu kan aku ada Randy?”
“Oh , nama pria itu Randy. Aku cuma mau ketemu sekali ini aja, setelah itu kamu gak mau ketemu aku terserah.”
“Oke , aku ijin dulu ma Randy berdoa aja aku diijinin.”
“Mang dia pacar kamu ya?”
“Belum , tapi aku lagi ngebangun kepercayaan ma dia.”
“yasudah , aku tunggu di save aja no baru aku ini.”
“yaaa..”
“Assalammualaikum”
“Wassalamualaikum”
Aku mulai mikir lagi kan! Ada apa dia pagi – pagi telpon ngajak ketemu lagi. Gimana ngomongnya ma Randy? Tapi, mau gak mau aku harus ngomong ma Randy biar gak ada salah paham nantinya. Aku pun ke depan rumah bertemu dengan Randy dan menceritakan tentang Satria tadi. Untungnya Randy berbesar hati mengizinkan aku bertemu Satria. Kami pun akhirnya berangkat ke kampus.

Awan Tag

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai