Just another WordPress.com site

Masih ada dalam pikiranku kenapa kamu datang lagi di hidupku setelah aku sukses lupain kamu dan ketemu pria baru. Ya ampun , kenapa juga aku ngomong kayak gini padahal di depan aku ada pria baru itu. Belum kuberitahu nama pria ini. Dia Randy dan kamu ( Satria ) , kemana perginya dia yang kamu sayangi ? Maksud aku si Nania itu. Wew , tuh kan ngelantur lagi pikiran aku ke kamu. Randy pun membuyarkan pikiranku dengan pertanyaannya.
“Nasya , kenapa kamu kayak bingung?”
“Gak Ran , aku tadi cuma ketemu pria di masa lalu aku.”
“Apa yang nyakitin kamu itu?”
“Yup , bener.”
“Udah , kalau gitu jangan kembali ke masa itu. Kan masih ada aku juga di sini.”
“Iyaaaa :)”
“Mending sekarang kita jalan aja yaa?”
“Siap bos !!”
Hwaaaa ,, betapa senangnya hari ini jalan sama Randy. Tapi , kenapa rasa nyaman yang aku rasa sama Randy mirip kayak rasa nyaman aku ke Satria. Ini gak boleh banget aku gak mau nyakitin Randy yang udah baik banget ma aku.
“Aduh , Sat kamu lagi apa? Kenapa kamu kaget aku nemuin pengganti aku? Kenapa juga bayang kamu masih ada walaupun aku temuin lewat sosok Randy? KAMU JAHAT SATRIA !!”


Well, hari ini udah jadwalnya kuliah lagi. Tapi , gapapa karena pagi ini aku dijemput Randy buat berangkat bareng ke kampus. Tepat jam 7.00 dia udah di depan rumah aku. Kagetnya aku tiba – tiba hape aku berdering dan ada telpon dari no gak dikenal. Aku coba angkat dan pas aku dengar suara itu..
“Nasya , bisa kita ketemu?”
“Hmm , ini siapa?” (pura-pura bego padahal tahu!)
“Kamu lupa suara aku? Ada hal yang mau aku jelasin dan aku juga mau minta tolong kamu.”
“Aku tahu kamu Satria. Aku hapal suara kamu. Apa yang mau kamu jelasin lagi trus minta tolong apa?”
“Pokoknya kalau kamu mau , aku tunggu di tempat kita janjian ketemu pertama kali banget !”
“Kamu tahu kan aku ada Randy?”
“Oh , nama pria itu Randy. Aku cuma mau ketemu sekali ini aja, setelah itu kamu gak mau ketemu aku terserah.”
“Oke , aku ijin dulu ma Randy berdoa aja aku diijinin.”
“Mang dia pacar kamu ya?”
“Belum , tapi aku lagi ngebangun kepercayaan ma dia.”
“yasudah , aku tunggu di save aja no baru aku ini.”
“yaaa..”
“Assalammualaikum”
“Wassalamualaikum”
Aku mulai mikir lagi kan! Ada apa dia pagi – pagi telpon ngajak ketemu lagi. Gimana ngomongnya ma Randy? Tapi, mau gak mau aku harus ngomong ma Randy biar gak ada salah paham nantinya. Aku pun ke depan rumah bertemu dengan Randy dan menceritakan tentang Satria tadi. Untungnya Randy berbesar hati mengizinkan aku bertemu Satria. Kami pun akhirnya berangkat ke kampus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: