Just another WordPress.com site

Neptunus si Planet Biru

Planet Neptunus merupakan planet yang ke delapan dalam tata surya. Neptunus merupakan planet yang tampak dari bumi seperti chip biru yang terlihat indah. Diameter Neptunus adalah 48.600 km atau kira-kira 3,9 kali diameter bumi. Berbeda dengan warna biru bumi yang diakibatkan pantulan air, warna biru yang ditampakkan Neptunus diakibatkan oleh susunan gas metana yang mendominasi atmosfernya. Atmosfer Neptunus memiliki kerapatan yang berbeda-beda sehingga angin di Neptunus dapat bertiup dengan kecepatan tinggi, mencapai 2.200 km/jam. Neptunus berevolusi dengan periode 164,8 tahun dan berotasi selama 15,8 jam sekali. Neptunus memiliki 8 satelit yang masing-masing bernama Triton, Nereid, Naiad, Thalasa, Despina, Galatea, Larissa, dan Proteus.

Planet Neptunus menurut sejarahnya diberi nama berdasarkan dewa Yunani kuno yaitu Poseidon yang merupakan dewa air. Di Indonesia julukan untuk Poseidon adalah Dewa Neptunus. Planet Neptunus dikatakan memiliki gunung es berlian yang mengapung di lautan berlian. Hal ini ditemukan oleh seorang ilmuwan.

Selain itu, menurut buku karangan Andrew Becker Summary bahwa ditemukan adanya komet di orbit planet Neptunus. Benda langit itu diberi identitas 2006 SQ372 yang berdiameter antara 50-100 kilometer.  Objek tersebut diperkirakan dalam perjalanan kembali untuk menyelesaikan satu kali putaran orbitnya terhadap Matahari yang mencapai 22.500 kilometer. Saat ini, ia berada pada jarak 2 miliar kilometer dari Bumi, namun karena lintasan opbit yang sangat lebar, suatu saat berada pada jarak terjauh hingga 241 miliar kilometer. Benda langit lainnya yang memiliki orbit setara dengannya adalah Sedna, planet kerdil seperti Pluto yang ditemukan tahun 2003. Namun, orbit 2006 SQ372 lebih melengkung dan menjauh dari Matahari daripada Sedna.Objek ini terbentuk dari inti Awan Oort, gumpalan awan raksasa yang memanjang sejauh 30 triliun kilometer mengelilingi Matahari.
Becker dan timnya menemukannya setelah menganalisis data rekaman survei langit Sloan Digital Sky Survey II (SDSS II) sepanjang tahun 2005, 2006, dan 2007 menggunakan teleskop di Apache Point Obervatory. Penemuan ini akan telah dilaporkan dalam simposium internasional “The Sloan Digital Sky Survey: Asteroids to Cosmology” di Chicago Senin (18/8) dan akan dipublikasikan di Astrophysical Journal.

Neptunus juga memiliki cincin. Cincin Neptunus memiliki partikel-partikel yang sangat gelap. Jumlah debu di cincin Neptunus cukup tinggi antara 20-70%. Kelima cincin yang membusur mengelilingi planet Neptunus ini memiliki kondisi yang berbeda-beda. Cincin Galle dan LeVerrier yang merupakan cincin yang paling dekat dengan sang dewa laut ini memiliki kandungan debu yang cukup tinggi antara 40-70%. Keduanya juga merupakan cincin yang lemah, namun LeVerrier jauh lebih tipis dibanding Galle. Cincin ke-3 yang dinamai seperti nama penemu Triton, Lasell membentang lemah di antara LeVerrier dan Arago dengan kandungan debu hanya 20-40 %. Di bagian terluar, terdapat cincin Adams yang terdiri dari 5 busur terang yang dinamai mengikuti moto Revolusi Perancis yang terkenal yakni Fraternité , Egalite 1, Egalite 2, Liberté, dan Courage.
Cincin Neptunus diduga kuat masih sangat muda dengan usia jauh lebih muda dari usia Tata Surya. Selain itu diperkirakan cincin planet ini terbentuk dari tabrakan satelit dalam di Neptunus yang kemudian membentuk sabuk di area tersebut. Sabuk inilah yang menjadi sumber debu bagi cincin yang membentang tersebut.

Sumber :
Puspita, Diana dan Rohima, Iip, 2009, Alam Sekitar IPA Terpadu : untuk SMP/MTs Kelas IX, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 185 – 189.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: